Sabtu, 27 September 2014

The Sadness

Dia membisikkan sesuatu di telingaku. Sangat lembut. Namun hal itulah yang membuatku kembali membeku dan berhenti meronta. Aku menurunkan kedua tanganku. Membiarkannya memelukku. Membiarkan bisikan dari beberapa kata itu menguasai otakku. Aku hanya berharap tidak ada seorangpun yang melihat kami. Karena aku tidak bisa menjawab apapun yang akan menjadi pertanyaan mereka.
Semua yang ada didalam diriku seakan terhipnotis kedalam apa yang baru saja dia bisikkan. Aku tidak mengerti kenapa. Tetapi hatiku merasa sakit yang tidak aku mengerti. Sakit saat ia membisikkan kata-kata itu.
Aku mencintaimu. Meskipun aku tahu hatimu bukan untukku.